kilauan zamrud membelah mega..............


Kamis, 23 Februari 2012

Black Emerald Mountain's

Di sebuah desa bernama Viley ada gunung yang dinamakan Emerald. Gunung Emerald adalah gunung berapi yang setiap saat mengeluarkan semburan lava pijar yang sangat panas. Dipuncak gunung tersebut terdapat sebuah gua yang biasanya tertutup lahar panas.
Menurut cerita turun temurun penduduk desa, di dalam gua tersebut terdapat mutiara Emerald yang sangat indah dan memiliki berbagai macam khsiat. Setiap orang yang dapat memiliki mutiara Emerald akan menjadi berubah kehidupannya. Tapi konon khabarnya hanya orang-orang terpilih saja yang dapat menemukan dan dapat mengambil mutiara tersebut, dan setiap orang yang berhasil masuk ke gua tersebut hanya dizinkan mengambil satu mutiara yang mesti merahasiakan kepemilikannya.
Konon khabarnya di desa Vinley hanya Bapak Kepala Desa yang memiliki mutiara Emerald, tapi itu hanya khabar dari mulut ke mulut. Karena kalau ditanyakan langsung kepada Bapak Kepala Desa, beliau hanya akan tersenyum dan mengatakan itu cuman dongeng.

Di desa Vinley ada seorang anak muda yang cerdas dan kuat yang bernama Black. Dia sangat meyakini kalau cerita mutiara Emerald itu benar adanya. Secara diam-diam Black menyelidiki keberadaan gua di puncak Emerald, dan mencari cara untuk masuk ke dalamnya. Selama berbulan-bulan penyelidikannya, dia mengetahui kalau setiap bulan purnama di Januari lahar panas di sekitar gua akan mendingin selama 1 jam dan gua bisa dimasuki.
Dengan mempersiapkan berbagai perlengkapan, tepat bulan purnama di Januari, Black sudah menunggu di puncak Emerald. Saat tepat jam 12 tengah malam, lahar di sekitar gua beruabah menjadi dingin dan Black segera memasuki gua.
Didalam gua Black sangat terpesona melihat kilauan mutiara Emerald. Dia mendekat dinding gua dan mencoba mencongkel sebuah mutiara. Setelah berhasil mendapatkan satu mutiara sebesar bola pimpong, dia sangat terpesona dan timbul keinginannya untuk mendapatkan mutiara yang lebih besar. Dia melihat di langit-langit gua ada butir mutiara yang lebih besar dan berkilau sangat terang. Dengan menggunakan tali Black berhasi mendekati mutiara tersebut. Dengan susah payah dia berusaha mencongkel mutiara tersebut.
Tanpa disadari Black, waktu berlalu cepat sehingga masa 1 jam lahar mendingin akan segera berakhir. Dia masih asyik mencongkel mutiara besar, sementara diluar gua lahar dingin mulai berpijar. Ketika Black berhasil mencongkel mutiara besar, jalan yang terbentuk kedalam gua karena lahar mendingin ternyata telah berubah menjadi lahar panas. Black panik karena tidak bisa lagi keluar dari gua. Udara disekitar gua mulai sangat panas, begitu pula didalam gua. Batu-batu didalam gua juga mulai panas dan akhirnya berpijar. Black tidak dapat lagi menghindar, sehingga dia terbakar.....
Begitulah akhirnya, karena kerakusannya Black akhirnya meninggal...

karya Poety E H Nixon 2012

Sabtu, 21 Januari 2012

BUKAN BANGSA INI TIDAK MAMPU...... TAPI TIDAK DIBERI KESEMPATAN

KUNJUNGAN BAPAK BJ HABIBIE

Kantor Manajemen Garuda Indonesia

Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta

12 Januari 2012


Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya, Adri Subono, juragan Java Musikindo.


Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.


Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).


Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?


Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.


Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.


N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan..................


Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:


“Dik, anda tahu...............saya ini lulus SMA tahun 1954” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan................


“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, .......itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur.........Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara.


Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.


Sekarang Dik,............anda semua lihat sendiri..............N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.


Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?’


Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.


Dik tahu................di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia.............


Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa................


Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua.....................?


Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.

Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pak Habibie menghela nafas.......................


Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;


Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.


Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama.................


N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu.........bahkan hingga kini.


Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir.............kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.


Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya....................


“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.


“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,

  • Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten
  • C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis
  • D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!

Itu saja!”


Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:


“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik.............organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik..................”


Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu .......................


“Dik,..... saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, .... ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya... saya mau kasih informasi.... Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu........................”


Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam.... seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.


Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan........................


“Dik, kalian tau.....2 minggu setelah ditinggalkan ibu.... suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu.... Ainun.... Ainun ..... Ainun .... saya mencari ibu di semua sudut rumah.


Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini....’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.


Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;


  1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!
  2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus...............
  3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga............................”


Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) ......................


Ia melanjutkan pembicaraannya;


“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun...... dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia.....

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat..... saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”


Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata........


Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;


“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui....

Description: Description: Habibie & Ainun































Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang..... (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).


Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya.


Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.


Dik, asal you tahu............semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.


Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.


Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif...................”


(pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).


Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.


Jakarta, 12 Januari 2012

Salam,

Capt. Novianto Herupratomo
.

Jumat, 04 November 2011

Ini Dia Tempat Kerja Terasyik di Seluruh Dunia...

Di mana kantor yang paling asyik di seluruh dunia? Majalah bergengsi Time mengutip The Great Place to Work Institute menilai perusahaan teknologi informasi Microsoft sebagai kantor tersebut.

Menurut institut tersebut, bekerja di Microsoft benar-benar menyenangkan. Bukan karena gajinya saja. Tapi ada suasana yang asyik serta penghargaan yang pantas dari kantor. Dan, Microsoft selalu berupaya membuat karyawannya bahagia.

Di bawah Microsoft, berturut-turut perusahaan di bidang TI lainnya seperti SAS, NetApp, dan Google. Di luar bisnis IT ini, ada nama perusahaan jasa kurir FedEx.

Apa sih yangn membuat perusahaan ini jadi kantor yang nyaman? Menurut institut, secara spesifik memang berbeda antara satu kantor dengan kantor lainnya. Namun garis merah yang bisa ditarik adalah, seluruh perusahaan memperlakukan karyawan mereka dengan baik. Maksudnya, bahkan pada karyawan di level terendah pun dipandang penting layaknya karyawan penting di kantor itu.

Ada tiga faktor secara umum, yaitu kepercayaan karyawan pada manajemen perusahaan, kebanggaan karyawan pada perusahaan, dan punya satu visi yang sama dengan seluruh karyawan lain, menurut USA Today.

Sementara secara spesifik ada sejumlah penghargaan unik yang diberikan manajemen pada karyawan mereka. Microsoft Kanada misalnya, memberikan gaji setara 40 jam bekerja untuk karyawannya terjun ke bidang sosial/jadi sukarelawan.

Sementara komisaris NetApp bakal memanggil secara acak 30 karyawan, tiap pekan, untuk berterima kasih atas kerja keras mereka.

Temuan lainnya yang mengejutkan dari pemeringkatan ini adalah soal gaji. Ternyata ketika ditanya ke karyawan, gaji adalah urutan ke sekian dalam hal menilai kantor mereka. Ketimbang gaji, para karyawan tersebut lebih memandang kepemimpinan, keseimbangan kerja/kehidupan pribadi, kinerja, dan kualitas mitra kerja, serta menghormati kepemimpinan di kantor mereka.

Selasa, 01 November 2011

Mak.. ini kambing kurbannya...

Setelah melayani pembeli, saya melihat seorang ibu sedang memperhatikan dagangan kami,
Dilihat dari penampilannya sepertinya gak akan beli. Namun saya coba hampiri dan menawarkan.

“Silahkan bu"
Ibu itu menunjuk, “Kalau yg itu berapa bang?”
Ibu itu menunjuk hewan yg paling murah.
"Kalau yg itu harganya 600rb bu" jawab saya.
"Harga pasnya berapa?"
"500rb deh. harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah.."
“Uang saya cuma ada 450rb, boleh gak”
Waduh..saya bingung, karena itu harga modal kami, akhirnya saya berembug dengan teman.
“Biarlah..”

Sayapun mengantar hewan ibu..

Ketika sampai di rumah ibu tersebut. Astaghfirullaah.. Allahu Akbar, terasa mengigil seluruh badan demi melihat keadaan rumah ibu tersebut.

Ibu itu hanya tinggal bertiga dgn ibu dan satu orang anaknya di rumah gubuk berlantai tanah. Saya tidak melihat tempat tidur/ kasur, yang ada hanya dipan kayu beralas tikar lusuh.

Diatas dipan sdg tertidur seorang nenek tua kurus.
“Mak..bangun mak, nih liat Sumi bawa apa"
Perempuan tua itu terbangun.
“ Mak Sumi udah beliin kambing buat emak qurban, ntar kita bawa ke Masjid ya mak.."

Orang tua itu kaget namun bahagia, sambil mengelus-elus kambing orang tua itu berucap, Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga emak qurban.

“Nih bang duitnya, maaf ya kalau saya nawarnya ke murahan, saya hanya kuli cuci, saya sengaja kumpulkan uang untuk beli kambing yg mau saya niatkan buat qurban ibu saya"

Ya Allah...Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hambaMU yg satu ini. HambaMU yg Miskin Harta tapi dia kaya Iman. Seperti bergetar bumi ini setelah mendengar niat dari ibu ini.

“Bang nih ongkos bajajnya.!" panggil si Ibu.
“Sudah bu, biar ongkos bajaj saya yg bayar"
Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah krn tak sanggup mendapat teguran dari Allah yg sudah mempertemukan dgn hambaNYA yg dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya............,


cerita ini dikutip dari postingan bbm om Rismadi

Jumat, 28 Oktober 2011

Perjalanan Menyonsong Matahari

Tidak sengaja papa menemukan foto-foto ini di arsip Kompas, cerita tentang anak-anak dari desa Cicaringin, Kecamatan Gunung Kencana Kab. Lebak Banten. Sebuah kampung ditengah perkebunan karet, yang dihuni para buruh penakik karet.





















Mereka ingin juga mendapatkan kesepatan sekolah..
tapi alangkah beratnya..Anak-anak ini setiap hari berjalan 6 km untuk mencapai sekolahnya. Jika mereka berjalan cepat 1 km dalam 15 menit,
berarti 1,5 jam baru mencapai sekolah.. berat banget ya.. agar bisa sampai disekolah sebelum jam 7.30 berarti teman-teman ini mesti berangkat disaat hari masih gelap....

Poety sedih membaca cerita ini... dan semakin sedih ketika mengetahui betapa mereka mesti meniti kawat baja untuk melintasi sungai Ciliman... bayangin bergelantungan dikawat menyebrangi sungai tanpa sabuk pengaman.. diatas ketinggian kurang lebih 10 m.. diatas sungai yang mengalir deras.... begitu berat perjuangan teman-teman ku untuk meraih cita-citanya.

Ya Allah yang Maha Kuasa bukakanlah mata dan hati bapak-bapak pejabat dinegeri ku yang indah ini, ketuklah hati mereka untuk peduli kepada kami anak-anak negeri ini.. sehingga teman-teman kami yang berada didusun-dusun terpencil juga bisa mendapatkan sekolahnya dengan mudah seperti kami yang ada di kota.. amin ya rabbal alamin.

Teman-teman ku di kampung Cicaringin, semoga kita semua menjadi orang-orang yang hebat.. Bapak-bapak pejabat.... masa depan negeri ini adalah milik kami..

Kepada Om Kristianto Purnomo (Kompas),
Poety mohon ijin untuk mengutip foto-foto jepretan Om di blog Poety




Sabtu, 15 Oktober 2011

Stay Hungry, Stay Foolish

Stanford Report, June 14, 2005

Steve Jobs: "Anda harus menemukan apa yang Anda cintai"

Saya merasa terhormat berada bersama Anda hari ini, pada hari wisuda Anda di salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah lulus dari perguruan tinggi. Sejujurnya, ini adalah saat terdekat saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya ingin menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Itu saja. Bukan masalah besar. Hanya tiga cerita. Cerita pertama adalah tentang menghubungkan titik-titik. Saya drop out dari Reed College setelah 6 bulan pertama, tetapi kemudian tetap tinggal sebagai drop-in selama 18 bulan atau lebih sebelum saya benar-benar berhenti. Jadi, mengapa saya drop out? Ini dimulai sebelum saya lahir.

Ibu kandung saya adalah seorang mahasiswi muda dan belum menikah, dan dia memutuskan untuk memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia merasa sangat penting bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, jadi semuanya sudah siap bagi saya untuk diadopsi pada saat lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Kecuali bahwa ketika saya lahir, mereka berubah pikiran pada menit terakhir bahwa mereka ingin bayi perempuan. Maka orang tua angkat saya, yang ada di daftar urut berikutnya mendapatkan telepon di tengah malam yang menanyakan: "Kami memiliki bayi laki-laki yang tak terduga, apakah Anda berminat?" Mereka berkata: "Tentu saja." Ibu kandung saya, kemudian mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak lulus kuliah dan ayah angkat saya tidak lulus SMA. Dia menolak untuk menandatangani surat adopsi akhir. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, ketika orang tua angkat saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.

Dan 17 tahun kemudian saya memang pergi ke perguruan tinggi. Tapi saya naif memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan "kelas pekerja" orang tua saya habis untuk biaya kuliah saya. Setelah enam bulan, saya tidak bisa melihat nilai di dalamnya. saya tidak tahu apa yang ingin saya lakukan dengan hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Dan di sini saya sudah menghabiskan seluruh tabungan seumur hidup orang tua angkat saya. Jadi saya memutuskan untuk drop out dan percaya bahwa semuanya akan bekerja keluar OK.

Saat itu cukup mengerikan, tapi melihat ke belakang itu adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah dibuat. Menit pertama saya drop out saya bisa berhenti mengambil kelas-kelas disyaratkan yang tidak menarik minat saya, dan bisa memulai hal-hal baru yang kelihatan menarik. Memang tidak semuanya romantis. Saya tidak punya kamar kos sehingga harus nebeng tidur di lantai kamar teman-teman, saya mengembalikan botol coca-cola bekas untuk mendapatkan kembalian 5 sen untuk membeli makanan, dan saya akan berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapatkan seporsi makanan yang pantas setiap seminggu sekali di Kuil Hare Krishna. Saya menyukainya.

Dan banyak hal yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa penasaran dan intuisi, dan ternyata kemudian sangat berharga. Biarkan saya memberi Anda satu contoh: Reed College pada waktu itu mengajarkan kaligrafi terbaik, mungkin terbaik di negeri ini. Setiap poster, setiap label di laci adalah kaligrafi indah dibuat dengan tangan. Karena sudah Drop Out dan tidak harus mengambil kelas normal, saya memutuskan untuk mengambil kelas kaligrafi untuk belajar bagaimana membuat kaligrafi. Saya belajar tentang huruf serif dan san serif tipografi, tentang memvariasikan jumlah spasi antara kombinasi huruf yang berbeda, tentang apa yang membuat tipografi yang hebat. Itu indah, bersejarah, artistik halus dalam cara yang berbeda dengan sains, dan saya menemukan hal menarik.

Tak pernah dibayangkan sebelumnya bahwa semua hal tersebut akan dipraktekkan dalam hidup saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, semua kembali kepada saya. Dan kami merancang itu semua ke dalam Mac. Ini adalah komputer pertama dengan tipografi yang indah. Seandainya saya tidak Drop out dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki tipografi ganda atau spasi huruf proporsional. Dan karena Windows menjiplak Mac, kemungkinan bahwa tidak ada komputer pribadi yang akan memilikinya. Seandainya saya tidak Drop Out, saya tidak akan pernah jatuh di kelas kaligrafi ini, dan PC mungkin tidak akan memiliki tipografi yang indah yang mereka buat. Tentu saja mustahil untuk menghubungkan titik-titik itu sewaktu saya masih kuliah. Tapi itu sangat, sangat gamblang setelah sepuluh tahun kemudian.

Sekali lagi, Anda tidak dapat menghubungkan titik-titik jika hanya melihat ke depan, Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya pada sesuatu - intuisi, takdir, hidup, karma, apapun. Pendekatan ini tidak pernah mengecewakan saya, dan itu telah membuat semua perbedaan dalam kehidupan saya.

Cerita kedua saya adalah tentang cinta dan kehilangan. Saya beruntung - saya menemukan apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya memulai Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua di garasi menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami - Macintosh - setahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat. Bagaimana mungkin Anda dipecat dari perusahaan yang Anda dirikan?

Yah, seperti pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya, dan untuk tahun pertama, semua berjalan lancar. Tapi kemudian visi kami mengenai masa depan mulai berbeda dan akhirnya kami sulit disatukan. Ketika itu, Dewan Direksi berpihak kepada mereka. Jadi di usia 30 saya keluar. Dilempar keluar. Apa yang menjadi fokus seluruh kehidupan dewasa saya telah hilang, dan itu menghancurkan. Saya benar-benar tidak tahu apa yang harus lakukan selama beberapa bulan. Saya merasa bahwa saya telah mengecewakan generasi entrepreneur sebelumnya - bahwa saya telah menjatuhkan tongkat seperti yang diturunkan ke saya.

Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan mencoba meminta maaf karena telah mengacaukan begitu buruk. Saya gagal di depan semua orang, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Tapi sesuatu perlahan mulai menyadarkan saya - saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah hal itu. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Jadi saya memutuskan untuk memulai kembali. Saya belum menyadari pada saat itu, tapi ternyata bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang pernah bisa terjadi pada saya.

Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula lagi, ragu-ragu tentang segalanya. Hal itu mengantarkan saya untuk memasuki salah satu periode paling kreatif dalam hidup saya. Selama lima tahun berikutnya, saya memulai sebuah perusahaan bernama NeXT, perusahaan lain bernama Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Dalam gilirannya peristiwa luar biasa, Apple membeli NeXT, dan saya kembali ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa.

Saya cukup yakin semua ini tidak akan terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Terkadang hidup memukul kepala Anda dengan batu bata. Jangan kehilangan keyakinan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Benar-benar mencintai pekerjaan anda secara tulus seperti mencintai kekasih anda. Pekerjaan Anda akan mengisi sebagian besar hidup Anda, dan satu-satunya cara untuk benar-benar puas adalah meyakini bahwa pekerjaan anda adalah pekerjaan besar.

Dan satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan besar adalah mencintai apa yang Anda lakukan. Jika Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan cepat puas. Karena ini adalah masalah hati, Anda akan tahu bila Anda telah menemukannya. Dan, seperti hubungan yang hebat, akan semakin baik dan lebih baik lagi bersama tahun yang bergulir. Jadi, teruslah mencari sampai Anda menemukannya. Jangan cepat puas.

Cerita ketiga saya adalah tentang kematian. Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: "Jika setiap hari Anda hidup seolah-olah itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari Anda pasti benar" Itu membuat kesan pada saya, dan sejak itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat di cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: "Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya ingin melakukan apa yang harus sayalakukan hari ini? " Dan jika jawabannya berhari-hari adalah "tidak" secara berturut-turut, saya tahu saya perlu mengubah sesuatu.

Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah alat yang paling penting yang pernah saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar dalam hidup. Karena hampir segala sesuatu - semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal - hal-hal ini tidak ada artinya saat menghadapi kematian, meninggalkan hanya apa yang benar-benar penting. Mengingat bahwa Anda akan mati adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir Anda harus kehilangan sesuatu. Anda sudah telanjang. Tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.

Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah kanker yang tidak dapat disembuhkan, dan bahwa saya harus mengharapkan hidup tidak lebih dari tiga sampai enam bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan semua urusan saya, yang merupakan isyarat dokter untuk mempersiapkan kematian. Ini berarti untuk mencoba memberitahu anak-anak Anda, semua hal - yang sebelumnya Anda pikir akan Anda sampaikan selama 10 tahun ke depan - dalam waktu beberapa bulan.

Ini berarti untuk memastikan segalanya akan diatur sehingga akan semudah mungkin bagi keluarga Anda. Ini berarti mengucapkan selamat tinggal. Saya hidup dengan diagnosa itu sepanjang hari. Malam itu saya dibiopsi, di mana mereka memasukkan endoskop ke tenggorokan saya, melalui perut saya dan ke dalam usus saya, menaruh jarum ke pankreas saya dan mendapat beberapa sel dari tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter mulai menangis karena ternyata menjadi bentuk yang sangat jarang dari kanker pankreas yang dapat disembuhkan dengan operasi. Saya telah dioperasi dan saya baik-baik saja sekarang.

Ini adalah terdekat saya dengan kematian, dan saya berharap itu yang paling dekat saya dapatkan untuk beberapa dekade lagi. Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa mengatakan ini dengan yakin kepada Anda, sedikit lebih daripada ketika kematian hanya murni berguna sebagai konsep intelektual: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun kematian adalah tujuan kita semua. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Ini adalah agen perubahan dalam kehidupan. Kematian membersihkan yang lama untuk membuka jalan bagi yang baru.

Sekarang yang baru adalah Anda, tapi suatu hari tidak terlalu lama dari sekarang, Anda secara bertahap akan menjadi tua dan dibersihkan. Maaf bila terlalu dramatis, tetapi ini sangat benar. Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan hidup sebagai orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma - yaitu hidup dengan hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan suara pendapat orang lain menenggelamkan suara batin Anda sendiri. Dan yang paling penting, miliki keberanian untuk mengikuti hati dan intuisi.

Entah bagaimana hati dan intuisi Anda sudah tahu apa yang benar-benar Anda inginkan. Selain itu tidak penting. Ketika saya masih muda, ada sebuah publikasi yang luar biasa disebut The Whole Earth Catalog, yang merupakan salah satu buku wajib dari generasi saya. Buku itu dibuat oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini, di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Ini adalah akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Itu seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya idealis, dan penuh dengan informasi berguna dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi The Whole Earth Catalog, dan ketika mencapai akhirnya, mereka membuat edisi final.

Saat itu pertengahan 1970-an, dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto suasana jalan pedesaan di pagi hari, di mana Anda bisa menumpang kendaraan yang lewat jika Anda tipe petualang. Di bawahnya ada kata-kata: "Stay Hungry Stay Foolish" Itu adalah pesan perpisahan mereka.

Stay Hungry.

Stay foolish.

Dan saya selalu mengharapkan diri saya seperti itu.

Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya juga mendoakan Anda.

Stay Hungry. Stay Foolish. Thank you all very much. ----


Ini adalah teks pidato yang disampaikan oleh Steve Jobs,
CEO Apple Computer dan Pixar Animation Studios, pada tanggal 12 Juni 2005.

Senin, 20 September 2010

papaku cepat pulang..

papa kenapa sih sekarang pulangnya selalu malam banget...
poety pengen papa pulang lebih sore..
poety pengen waktu papa pulang.. poety belum bobok
tapi kalau papanya pulang malam terus.. poety kan ngantuk

poety pengen kalau malam makan bareng papa..
poety pengen cerita-cerita sama papa..
poety pengen ditemani belajar sama papa..
poety juga pengen main scrabble math dengan papa

poety tahu kalau papa kerja untuk kami anak-anak papa..
tapi.....

papa.. sekarang poety udah kelas 3 lho.. ntar lagi kelas 4...
terus kelas 5... terus... terus dan terus..

Ya Allah yang Maha Penyayang dan Maha Pemurah..
berikanlah kemudahan bagi papa ku dalam menyelesaikan urusannya,
berikanlah kami keberkahan rizki..
semoga papa selalu sehat, dan selalu dapat mendampingi kami menuju dewasa..
Ya Allah yang Maha Kuasa.. lindungilah papaku, jagalah beliau sebagaimana beliau selalu menjaga kami anak-anaknya

Amin ya rabbal alamin